HAKEKAT
FILSAFAT ADMINISTRASI JIKA BERLANDASKAN TEORI X,Y DAN Z
Pengertian “filsafat administrasi”
Pengertian filsafat
administrasi perlu diketahui untuk menentukan titik tolak suatu
bahasan.tujuannya, memperjelas pembahasan dan tidak keluar jalur karena banyaknya persepsi yang mungkin
bisa saja terjadi. Dua kata”filsafat” dan ‘administrasi” memperjelas dua obyek
kajian. Filsafat berasal dari dua suku kata philos dan sophia.filsafat secara
umum di artikan mencintai kebijaksanaan.dalam hal ini, ada kandungan pemahaman
yang dalam sampai pada tingkat hakikat. Tujuannya untuk mengetahui sesuatu
dengan upaya pendalaman, baik hakikat, fungsi ,karakter,
manfaat,permasalahan,hingga solusinya.
Sementara administrasi bisa dikatakan sebagai
rangkaian proses kegiatan bersama yang melibatkan dua orang atau lebih dengan
mengutamakan pertimbangan rasionalitas untuk usaha pencapaian tujuan yang telah di tetapkan
bersama. Bisa dikatakan,’administrasi’ itu adalah suatu seni pengorganisasian.
Pengertian “teori X,Y dan Z
Sebelumnya
saya telah mempelajari teori X,Y dan Z dari McGregor dari kuliah filsafat
administrasi. Dari teori tersebut menjelaskan prinsip sederhana dalam
memperlakukan dua tipe pekerja. Yang pertama, pekerja bertipe Y adalah tipe
manusia yang positif. Tipe ini sangat antusias dan proaktif dalam mengerjakan
pekerjaan mereka.Ia adalah orang-orang yang telah menemukan passion di dalam
pekerjaan mereka sehingga mengerjakan segala sesuatunya dengan sepenuh hati.
Lain halnya
dengan pekerja bertipe X. Pekerja dengan tipe ini adalah mereka yang terjebak
dalam rutinitas yang tidak disenanginnya.Mereka bekerja dengan perasaan malas
dan tertekan. Orientasi bekerja mereka adalah bagaimana menghindarinya sebisa
mungkin, tetapi tetap mendapatkan upah bulanan.Maka perlakuan dari dua tipe
pekerja ini pun tentu berbeda.
Sifat manusia yang di asumsikan teori X
1. Tidak menyukai bekerja
2. Tidak menyukai kemauan dan ambisi untuk bertanggung jawab, dan lebih menyukai diarahkan atau diperintah
3. Mempunyai kemampuan yang kecil untuk berkreasi mengatasi masalah-masalahorganisasi.
4. Hanya membutuhkan motivasi fisiologis dan keamanan saja.
5. Harus diawasi secara ketat dan sering dipaksa untuk mncapai tujuan organisasi.
1. Tidak menyukai bekerja
2. Tidak menyukai kemauan dan ambisi untuk bertanggung jawab, dan lebih menyukai diarahkan atau diperintah
3. Mempunyai kemampuan yang kecil untuk berkreasi mengatasi masalah-masalahorganisasi.
4. Hanya membutuhkan motivasi fisiologis dan keamanan saja.
5. Harus diawasi secara ketat dan sering dipaksa untuk mncapai tujuan organisasi.
Sedangkan secara keseluruhan asumsi
teori Y mengenai manusia adalah sebagai berikut:
1. Pekerjaan itu pada hakekatnya seperti bermain dapat memberikan kepuasan lepada orang. Keduanya bekerja dan bermain merupakan aktiva-aktiva fisik dan mental. Sehingga di antara keduanya tidak ada perbedaan, jira keadaan sama-sama menyenangkan.
2. Manusia dapat mengawasi diri sendiri, dan hal itu tidak bisa dihindari dalam rangka mencapai tujuan-tujuan organisasi.
3. Kemampuan untuk berkreativitas di dalam memecahkan persoalan-persoalan organisasi secara luas didistribusikan kepada seluruh karyawan.
4. Motivasi tidak saja berlaku pada kebutuhan-kebutuhan social, penghargaan dan aktualisasi diri tetapi juga pada tingkat kebutuhan-kebutuhan fisiologi dan keamanan.
5. Orang-orang dapat mengendalikan diri dan kreatif dalam bekerja jika dimotivasi secara tepat.
1. Pekerjaan itu pada hakekatnya seperti bermain dapat memberikan kepuasan lepada orang. Keduanya bekerja dan bermain merupakan aktiva-aktiva fisik dan mental. Sehingga di antara keduanya tidak ada perbedaan, jira keadaan sama-sama menyenangkan.
2. Manusia dapat mengawasi diri sendiri, dan hal itu tidak bisa dihindari dalam rangka mencapai tujuan-tujuan organisasi.
3. Kemampuan untuk berkreativitas di dalam memecahkan persoalan-persoalan organisasi secara luas didistribusikan kepada seluruh karyawan.
4. Motivasi tidak saja berlaku pada kebutuhan-kebutuhan social, penghargaan dan aktualisasi diri tetapi juga pada tingkat kebutuhan-kebutuhan fisiologi dan keamanan.
5. Orang-orang dapat mengendalikan diri dan kreatif dalam bekerja jika dimotivasi secara tepat.
“teori Z”
Bahwa apabila semua dalam kondisi kerja yang baik, maka pengarahan yang
dilakukan sebaiknya mengambil segi baik dari teori X dan teori Y.
Jadi jika seorang pemimpin
ingin menciptakan seorang pekerja yang berkualitas bertipe Y seharusnya
sebuah perusahaan menerapkan teori Z terlebih dahulu.Perusahaan tidak hanya memberdayakan
karyawannya,tetapi juga mengkayakan (dari segi finansial maupun intelektual,
soft skill dan hard skill) para karyawan. Selain empowerment keluar,
karyawan mendapatkan enrichment kedalam.
Memang tidak semua karyawan yang akan beralih menjadi
pekerja bertipe Y semua setelah perusahaan menerapkan teori Z. Namun setidaknya
hal tersebut menjadi lingkaran positif yang akan memberikan sinergi positif
antara perusahaan dan pekerja. Apa yang kita lihat sekarang ini, demo pekerja
dan buruh pabrik, aksi mogok kerja dan lain sebagainya adalah akibat
diterapkannya ekonomi kapitalistik dan liberalistik dalam dunia bisnis.
Sehingga menafikan peran karyawan yang juga turut andil dalam memajukan
perusahaan.
No comments:
Post a Comment