Search This Blog

Tuesday, 4 November 2014

HAKEKAT FILSAFAT ADMINISTRASI JIKA BERLANDASKAN TEORI X,Y DAN Z



HAKEKAT FILSAFAT ADMINISTRASI JIKA BERLANDASKAN TEORI X,Y DAN Z

Pengertian “filsafat administrasi
Pengertian filsafat administrasi perlu diketahui untuk menentukan titik tolak suatu bahasan.tujuannya, memperjelas pembahasan dan tidak keluar  jalur karena banyaknya persepsi yang mungkin bisa saja terjadi. Dua kata”filsafat” dan ‘administrasi” memperjelas dua obyek kajian. Filsafat berasal dari dua suku kata philos dan sophia.filsafat secara umum di artikan mencintai kebijaksanaan.dalam hal ini, ada kandungan pemahaman yang dalam sampai pada tingkat hakikat. Tujuannya untuk mengetahui sesuatu dengan upaya pendalaman, baik hakikat, fungsi ,karakter, manfaat,permasalahan,hingga solusinya.
Sementara administrasi bisa dikatakan sebagai rangkaian proses kegiatan bersama yang melibatkan dua orang atau lebih dengan mengutamakan pertimbangan rasionalitas untuk usaha  pencapaian tujuan yang telah di tetapkan bersama. Bisa dikatakan,’administrasi’ itu adalah suatu seni pengorganisasian.
Pengertian “teori X,Y dan Z
Sebelumnya saya telah mempelajari teori X,Y dan Z dari McGregor dari kuliah filsafat administrasi. Dari teori tersebut menjelaskan prinsip sederhana dalam memperlakukan dua tipe pekerja. Yang pertama, pekerja bertipe Y adalah tipe manusia yang positif. Tipe ini sangat antusias dan proaktif dalam mengerjakan pekerjaan mereka.Ia adalah orang-orang yang telah menemukan passion di dalam pekerjaan mereka sehingga mengerjakan segala sesuatunya dengan sepenuh hati.

Lain halnya dengan pekerja bertipe X. Pekerja dengan tipe ini adalah mereka yang terjebak dalam rutinitas yang tidak disenanginnya.Mereka bekerja dengan perasaan malas dan tertekan. Orientasi bekerja mereka adalah bagaimana menghindarinya sebisa mungkin, tetapi tetap mendapatkan upah bulanan.Maka perlakuan dari dua tipe pekerja ini pun tentu berbeda. 

Sifat manusia yang di asumsikan teori X
1. Tidak menyukai bekerja
2. Tidak menyukai kemauan dan ambisi untuk bertanggung jawab, dan lebih menyukai diarahkan atau diperintah
3. Mempunyai kemampuan yang kecil untuk berkreasi mengatasi masalah-masalahorganisasi.
4. Hanya membutuhkan motivasi fisiologis dan keamanan saja.
5. Harus diawasi secara ketat dan sering dipaksa untuk mncapai tujuan organisasi.
Sedangkan secara keseluruhan asumsi teori Y mengenai manusia adalah sebagai berikut:
1. Pekerjaan itu pada hakekatnya seperti bermain dapat memberikan kepuasan lepada orang. Keduanya bekerja dan bermain merupakan aktiva-aktiva fisik dan mental. Sehingga di antara keduanya tidak ada perbedaan, jira keadaan sama-sama menyenangkan.
2. Manusia dapat mengawasi diri sendiri, dan hal itu tidak bisa dihindari dalam rangka mencapai tujuan-tujuan organisasi.
3. Kemampuan untuk berkreativitas di dalam memecahkan persoalan-persoalan organisasi secara luas didistribusikan kepada seluruh karyawan.
4. Motivasi tidak saja berlaku pada kebutuhan-kebutuhan social, penghargaan dan aktualisasi diri tetapi juga pada tingkat kebutuhan-kebutuhan fisiologi dan keamanan.
5. Orang-orang dapat mengendalikan diri dan kreatif dalam bekerja jika dimotivasi secara tepat.
“teori Z”
Bahwa apabila semua dalam kondisi kerja yang baik, maka pengarahan yang dilakukan sebaiknya mengambil segi baik dari teori X dan teori Y.
Jadi jika seorang pemimpin ingin menciptakan seorang pekerja yang berkualitas bertipe Y seharusnya sebuah perusahaan menerapkan teori Z terlebih dahulu.Perusahaan tidak hanya memberdayakan karyawannya,tetapi juga mengkayakan (dari segi finansial maupun intelektual, soft skill dan hard skill) para karyawan. Selain empowerment keluar, karyawan mendapatkan enrichment kedalam.

Memang tidak semua karyawan yang akan beralih menjadi pekerja bertipe Y semua setelah perusahaan menerapkan teori Z. Namun setidaknya hal tersebut menjadi lingkaran positif yang akan memberikan sinergi positif antara perusahaan dan pekerja. Apa yang kita lihat sekarang ini, demo pekerja dan buruh pabrik, aksi mogok kerja dan lain sebagainya adalah akibat diterapkannya ekonomi kapitalistik dan liberalistik dalam dunia bisnis. Sehingga menafikan peran karyawan yang juga turut andil dalam memajukan perusahaan.

No comments:

Post a Comment